PTPN I Jadi Laboratorium Ilmu dan Tempat Belajar Mahasiswa Magang

Infoperkebunan.com, JAKARTA — Industri agro hulu-hilir yang dijalankan PTPN I (Persero) membutuhkan ekspertisasi hampir di semua disiplin ilmu. BUMN Perkebunan ini menjadi tempat belajar aplikatif bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Ribuan calon sarjana setiap tahun menjadikan PTPN I sebagai “laboratorium” untuk menyelaraskan hasil belajar di kampus dengan dunia industri sesungguhnya.
Sikap terbuka PTPN I terhadap para talenta penerus generasi itu disampaikan Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Ia mengatakan, sebagai BUMN, pihaknya memiliki kewajiban moral untuk memberikan ruang bagi anak bangsa dalam menunjukkan kemampuannya di berbagai bidang pekerjaan.
Menurut Abdul Rivai Ras, dunia kampus membutuhkan “jembatan” yang ramah dan sistematis menuju dunia kerja. Kurangnya laboratorium kampus yang sebangun dengan dunia industri harus mendapat solusi konkret.
“Negara sedang membutuhkan lapangan kerja yang sangat banyak. Namun, kadang kompetensi fresh graduate belum siap sebagaimana yang dibutuhkan industri. Kita butuh instrumen untuk menjembatani. Itulah mengapa PTPN I sangat terbuka dan menerima banyak mahasiswa PKL maupun magang di semua kompartemen bisnis kami,” kata Rivai.
Bidang usaha PTPN I mengelola budi daya tanaman, pengolahan hasil di pabrik, hingga pemasaran berbasis manajemen modern. Kondisi ini memungkinkan berbagai disiplin ilmu untuk belajar di sana, mulai dari astronomi, agronomi, ilmu tanah, ilmu kimia, teknik pertanian, teknik mesin, teknik komputer, manajemen SDM, akuntansi, perbankan, hingga hukum agraria.
“Bisnis di PTPN I ini melibatkan banyak sekali disiplin ilmu. Bahkan ilmu yang bersifat metafisika juga diperlukan. Sebab, tantangan di industri agro ini sangat luas, melibatkan banyak manusia dari semua strata. Dari urusan menghitung probabilitas cuaca sampai urusan selera pasar dunia kami pelajari. Itu membutuhkan ilmu yang mumpuni,” ujarnya.
Bukti PTPN I sebagai laboratorium ilmu dirasakan oleh Dhafin Dwi Wicaksono dan Rian Hidayat, dua mahasiswa Fakultas Sains Informasi Geografi (SaIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Mereka mengaku mendapat pengalaman berharga dan dapat menyelaraskan teori di kampus dengan kerja nyata di lapangan.
Dengan bimbingan tim PTPN I Regional 2, keduanya terlibat dalam pemetaan tutupan lahan, analisis kemiringan lereng, hingga identifikasi lahan kerja sama di wilayah Bandung. Hasil pengolahan data tersebut dipresentasikan kepada manajemen sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan program strategis perusahaan.
Selama magang pada 1–30 September 2026, keduanya menerapkan ilmu geospasial untuk membaca kondisi lahan, mengevaluasi pemanfaatan aset, dan mendukung pengambilan keputusan.
Secara teknis, mereka menyusun peta sejumlah kebun, memetakan tutupan lahan berbasis vegetasi, serta menganalisis kemiringan lereng sebagai dasar evaluasi tata guna lahan. Keduanya juga membantu mengidentifikasi dan menghitung luasan lahan kerja sama yang terindikasi tidak sesuai peruntukan awal di wilayah Purwakarta, Pangalengan, dan Cianjur.
Hasil digitasi dan analisis pemetaan tersebut dipresentasikan kepada Bagian Tanaman. Keduanya juga berkesempatan mengikuti koordinasi lintas pihak untuk verifikasi dan klarifikasi pemanfaatan lahan.
Dari Ruang Kuliah ke Kebutuhan Perusahaan
Bagi Dhafin dan Rian, magang di PTPN I Regional 2 menjadi kesempatan menghubungkan teori dengan kebutuhan nyata pengelolaan perkebunan. Mereka mengasah keterampilan teknis, belajar menyesuaikan pekerjaan dengan dinamika lapangan, mengomunikasikan hasil analisis, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Ketelitian menjadi kunci utama. Penentuan batas wilayah, penghitungan luasan, hingga klasifikasi tutupan lahan menuntut akurasi tinggi karena menentukan kebijakan perusahaan.
“Peta bukan sekadar goresan garis dan kumpulan warna di atas kertas, melainkan cerita tentang bagaimana manusia memahami, menjaga, dan mengelola setiap jengkal bumi demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Dhafin dan Rian merefleksikan pengalaman mereka.
Melalui program ini, PTPN I Regional 2 tidak hanya membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga mengenalkan peran penting data geospasial dalam pengelolaan perkebunan modern secara terukur.