Skip to content
infoperkebunan.com infoperkebunan.com infoperkebunan.com
infoperkebunan.com infoperkebunan.com infoperkebunan.com
  • Beranda
  • Berita
  • Komoditas
  • Bisnis
  • Cerita Kebun
  • Perspektif
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Komoditas
  • Bisnis
  • Cerita Kebun
  • Perspektif
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Home/Berita/PTPN III Perluas Pasar, Perkuat Serapan Produk Perkebunan
PenandatangananMoU Terkait Kerjasama PTPN III (Persero), PT RNI dan PT PPI
Berita

PTPN III Perluas Pasar, Perkuat Serapan Produk Perkebunan

By admin
Oktober 23, 2026 3 Min Read
0

Infoperkebunan.com, JAKARTA — Perluasan pasar menjadi kunci bagi industri perkebunan untuk mengubah peningkatan produksi menjadi pertumbuhan bisnis. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III memperkuat sinergi dengan ID FOOD dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) guna memperluas penyerapan produk, memperkuat jalur distribusi, dan mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan.

Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, menegaskan bahwa keberhasilan industri perkebunan tidak cukup diukur dari kemampuan menghasilkan produk. Perusahaan juga harus memastikan produk tersebut memiliki akses pasar yang luas, terserap secara optimal, dan memberikan nilai tambah bagi bisnis.

“Peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan perluasan pasar. Kami ingin memastikan potensi yang dimiliki Perkebunan Nusantara tidak hanya tercermin dalam kapasitas produksi, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan penjualan dan nilai ekonomi yang lebih besar. Karena itu, sinergi dengan ID FOOD dan PT PPI perlu diarahkan pada langkah bisnis yang konkret dan terukur,” ujar Ryanto, Jumat (23/10/2026).

Menurut dia, kolaborasi lintas BUMN membuka peluang untuk menghubungkan kekuatan produksi dan pengolahan PTPN dengan jaringan perdagangan, pergudangan, serta distribusi ID FOOD dan PT PPI. Integrasi tersebut diharapkan membuat rantai pasok lebih efisien sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk perkebunan.

Penguatan kerja sama ini telah ditandai dengan pembahasan dan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Kantor Pusat ID FOOD, Jakarta, pada 13 Oktober 2026. Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi para pihak untuk memetakan potensi komoditas, mengkaji kebutuhan pasar, dan menyiapkan skema penyerapan serta distribusi.

Urgensi kerja sama ini semakin besar seiring proyeksi tambahan produksi yang membutuhkan dukungan penyerapan pasar. Dalam pembahasan tersebut, potensi tambahan produksi disebut mencapai sekitar 15 juta unit/ton. Besaran dan jenis komoditasnya perlu dipetakan lebih lanjut agar strategi pemasaran dapat disusun sesuai kapasitas pasokan dan kebutuhan konsumen.

Komoditas teh dan kopi menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan. Pada sektor kopi, kapasitas produksi PTPN disebut meningkat dari kisaran 10.000 menjadi 12.800, dengan target mencapai 20.000. Peningkatan ini membuka peluang memperluas pasar, sekaligus menuntut penguatan strategi komersial, pengembangan produk, dan jaringan distribusi.

“Yang ingin kami bangun bukan sekadar kerja sama ant perusahaan, melainkan ekosistem bisnis yang saling menguatkan. Produksi harus terhubung dengan kebutuhan pasar, distribusi berjalan efektif, dan hilirisasi menghasilkan nilai tambah. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana potensi tersebut dapat dikonversi menjadi penyerapan produk dan kinerja bisnis yang nyata,” kata Ryanto.

Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurut dia, integrasi kapasitas produksi Perkebunan Nusantara dengan jaringan perdagangan dan logistik ID FOOD Group berpotensi membuka peluang penyerapan produk serta memperluas akses ke berbagai segmen pasar.

“Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat rantai pasok komoditas perkebunan nasional. Kesepakatan ini perlu segera ditindaklanjuti melalui kajian teknis, pemetaan potensi produk, analisis kebutuhan pasar, serta penyusunan skema penyerapan dan distribusi yang memberikan manfaat optimal bagi seluruh pihak,” ujar Dwi.

Tahap selanjutnya diarahkan pada pemetaan komoditas, studi kelayakan, dan penyusunan program kerja yang terukur. Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan MoU berlanjut ke implementasi komersial, bukan berhenti sebagai kesepakatan formal.

Perluasan akses pasar ini, merupakan bagian dari upaya membangun bisnis perkebunan yang semakin kompetitif. Melalui sinergi produksi, hilirisasi, pemasaran, dan distribusi, PTPN bersama ID FOOD dan PT PPI diharapkan mampu memperkuat daya saing produk perkebunan sekaligus meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.

Tags:

danantaraindofoodptpnPTPPI
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Sutiyem, dari Kebun Sawit Menuju Pemberdayaan Petani Perempuan

Next

Ekspor Olahan Sawit Belitung Tembus Rp246 Miliar

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Info Perkebunan. All rights reserved.