Pendampingan Berau Coal, Panen Petani Muda Berau Meningkat
Infoperkebunan.com, TANJUNG REDEB — Ketekunan mengolah sawah selama 15 tahun mengantarkan Eko Saputra, petani muda asal Kampung Tasuk, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, meningkatkan hasil panennya hampir dua kali lipat. Capaian ini didukung pendampingan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal sejak 2025.
Di tengah kesibukannya sebagai pekerja swasta, Eko tetap meluangkan waktu untuk mengelola sawah. Baginya, bertani bukan sekadar menambah penghasilan, tetapi juga menjadi cara berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat.
Peluang mengembangkan usaha tani semakin terbuka ketika Eko mendapat kepercayaan mengelola lahan persawahan seluas setengah hektare. Melalui tim lapangan Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC), ia memperoleh dukungan berupa benih padi unggul, pupuk berimbang, obat-obatan pertanian, pengendali gulma, serta pendampingan teknis secara berkala.
Pada musim tanam 2025, Eko memulai pengolahan lahan secara bertahap dengan menggunakan 15 kilogram benih. Dari tahap awal tersebut, ia berhasil memanen 13 karung gabah, dengan hasil yang dilaporkan setara sekitar 500 kilogram beras siap konsumsi.
Pengalaman pada musim tanam pertama menjadi bekal untuk meningkatkan produksi. Memasuki musim tanam 2026, Eko mengoptimalkan pemanfaatan lahan dengan menerapkan evaluasi dan arahan teknis dari tim pendamping Berau Coal.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Produksi panennya meningkat dari 13 menjadi 25 karung dalam sekali panen, atau naik sekitar 92 persen berdasarkan jumlah karung yang dihasilkan.
“Alhamdulillah, dari bantuan yang diberikan Berau Coal dan pendampingan rutin di lapangan, saya bisa mengembangkannya dari awalnya 13 karung menjadi 25 karung dalam sekali panen. Hasil beras ini dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan warga di Kampung Tasuk dan Tanjung Redeb,” ujar Eko, akhir pekan lalu.
Menurut dia, pendampingan yang dilakukan secara berkala menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usahanya. Bantuan tidak berhenti pada penyediaan sarana produksi, tetapi juga disertai pemantauan untuk mengidentifikasi dan mengatasi kendala yang dihadapi selama proses budidaya.
Eko berharap pengalamannya dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda di Berau untuk menekuni sektor pertanian. Dengan dukungan yang tepat dan pengelolaan yang baik, pertanian dinilainya memiliki peluang untuk menjadi usaha produktif sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.
Secara terpisah, Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan pengembangan persawahan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat dengan agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Berau.
“Program pengembangan sawah ini tidak hanya menyasar petani berpengalaman, tetapi juga membuka ruang luas bagi petani muda untuk ikut mengembangkan sektor pertanian. Kami berharap dukungan ini dimanfaatkan secara optimal agar tercipta kemandirian pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Berau,” kata Reza.
Melalui program pendampingan tersebut, Berau Coal mendorong pengembangan pertanian yang tidak hanya bertumpu pada bantuan sarana produksi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas petani dan optimalisasi lahan.
Pengalaman Eko menunjukkan bahwa ketika ketekunan petani bertemu dengan dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan, potensi lahan dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan sekaligus berkontribusi bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Ref : Gerbangkaltim.com