PalmCo Mulai Terapkan Zero ODOL, Siapkan Implementasi 2027

Info Perkebunan, JAKARTA — Upaya meningkatkan keselamatan transportasi dan menjaga keberlanjutan infrastruktur jalan mendorong sektor perkebunan untuk menyesuaikan sistem angkutan operasional. PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mendukung kebijakan pemerintah melalui penerapan angkutan bebas over dimension over loading (Zero ODOL) yang ditargetkan berlaku efektif pada Januari 2027.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan kendaraan angkutan crude palm oil (CPO) yang memenuhi standar dimensi dan kapasitas muatan. Sebagai tahap awal, PalmCo menjalankan proyek percontohan (pilot project) pengangkutan CPO dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Pagar, PTPN IV Regional III, menuju Pelabuhan Pelindo Dumai, Riau, selama Oktober–Desember 2026.
Direktur Pemasaran dan Sistem Manajemen PTPN IV PalmCo Rury C. Baskoro mengatakan, perusahaan berkomitmen mendukung kebijakan Zero ODOL dengan tetap memperhatikan aspek teknis, operasional, dan kelayakan komersial.
“PalmCo mendukung penuh kebijakan Zero ODOL dari pemerintah. Implementasinya perlu dipersiapkan secara matang agar memenuhi ketentuan yang berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan secara komersial,” kata Rury dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).
PTPN IV Regional III menjadi entitas pertama di lingkungan PalmCo yang menjalankan proyek percontohan tersebut. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan direksi dan kebijakan pemerintah dalam mempersiapkan penerapan Zero ODOL, sekaligus mengantisipasi risiko kecelakaan lalu lintas dan kerusakan infrastruktur akibat kendaraan dengan dimensi maupun muatan berlebih.
Rury mengapresiasi kesiapan PTPN IV Regional III yang dinilai responsif dalam menerjemahkan kebijakan perusahaan ke dalam langkah operasional.
“PTPN IV Regional III layak mendapat apresiasi karena telah menginisiasi dan menjadi pionir pelaksanaan Zero ODOL di lingkungan PTPN IV PalmCo,” ujarnya.
Keberhasilan proyek percontohan ini diharapkan menjadi pijakan bagi penerapan Zero ODOL secara bertahap di seluruh wilayah operasional PalmCo, yang mencakup Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Business Support Head PTPN IV Regional III Argo mengatakan, manajemen telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung target implementasi pada 2027.
Persiapan tersebut mencakup alokasi anggaran dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 serta koordinasi dengan mitra transportir angkutan CPO.
“Seluruh persiapan terus kami lakukan, termasuk menyiapkan anggaran pada 2027 dan berkoordinasi dengan para transportir. Kami mendukung penuh penerapan kebijakan ini,” kata Argo.
Selain memperkuat kesiapan internal, perusahaan mendorong seluruh transportir mitra untuk berkomitmen menjalankan ketentuan Zero ODOL, termasuk menjalin kerja sama dengan perusahaan karoseri yang memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.
Menurut Argo, pelaksanaan proyek percontohan akan dievaluasi secara berkala, meliputi aspek teknis, operasional, dan biaya. Evaluasi ini diperlukan untuk memastikan penggunaan kendaraan sesuai standar dapat berjalan efektif, berkelanjutan, serta tetap memenuhi kelayakan komersial.
Kebijakan Zero ODOL merupakan upaya pemerintah untuk membatasi kendaraan angkutan barang yang melampaui ketentuan dimensi dan kapasitas muatan.
Penerapannya diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan, seperti rem blong dan kendaraan terguling, sekaligus mengurangi kerusakan jalan.
Di sisi lain, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat di sektor logistik dan mendukung rantai pasok yang lebih ramah lingkungan melalui peningkatan efisiensi angkutan serta pengendalian emisi.
Melalui langkah persiapan ini, PalmCo berupaya memastikan transisi menuju Zero ODOL berlangsung terukur, dengan mempertimbangkan keselamatan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan bisnis perkebunan.